Lunpia Cik Me Me Pusatnya Oleh-Oleh Khas Semarang

No votes yet

Setiap daerah pasti punya ciri khas masing-masing, termasuk kuliner dan oleh-olehnya. Salah satu oleh-oleh yang paling terkenal dari kota Semarang adalah Lunpia. Meskipun sama bentuknya tetapi isi, cara membuat dan menyantapnya lunpia berbeda dengan yang lain.

Kebanyakan orang Asia menyebut lumpia dengan ‘spring roll’. Namun, racikan lunpia Semarang sangat unik dan ikonik. Bukan saja di Indonesia tetapi juga di dunia.

Namanya ‘loen pia’ berasal dari dialek Hokkian dan dalam bahasa Mandarin disebut ‘loen bing’. Merupakan makanan yang terdiri dari adonan tepung yang tipis bundar, diisi adonan sayuran dan bahan lainnya kemudian dilipat dan digulung.

Lunpia pertama kali diciptakan oleh oleh pasangan Tjoa Thay Yoe dan Wasih pada tahun 1800. Pasangan keturunan Tionghoa dan pribumi ini meracik lunpia dengan perpaduan rasa Tiongkok dan Jawa dengan isi rebusan rebung. Resep Lunpia diwariskan secara turun temurun hingga empat generasi, yang sekarang tersebar di beberapa sudut Semarang.

Dari sekian banyak penjual lunpia di Semarang, salah satu yang menonjol adalah Lunpia Cik Me Me yang berada di Jalan Gajahmada 107. Pemilik toko ini merupakan pewaris langsung Lunpia Mataram yang juga sangat legendaris di Semarang. Ada beberapa alasan yang membuat Lunpia Cik Me Me sangat menonjol dan banyak digemari

1.  Enam Varian Rasa

Jika di toko lain, lunpia biasanya hanya ada satu atau dua rasa. Berbeda dengan Lunpia Cik Me Me yang mempunyai enam varian rasa. Selain lunpia original, dan plain juga ada lunpia jamur nusantara, fishkakap, kambing jantan muda, dan kepiting. Harganya bervariasi sesuai isian, dari Rp 10.000 – Rp 22.000 per biji. Masing-masing rasa dapat tersaji dengan pilihan basah maupun goreng. Inovasi lunpia 6 varian rasa ini membawa Lunpia Cik Me Me mendapatkan penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia sebagai penjua lunpia dengan varian rasa terbanyak hingga sekarang

2. Tanpa Bahan Pengawet

Bagi yang ingin membawa Lunpia Cik Me Me ke luar kota, direkomendasikan untuk membeli yang goreng. Karena lunpia ini tidak menggunakan bahan pengawet. Lunpia basah hanya bertahan sekitar 8 jam pada suhu ruang. Sedangkan lunpia goreng tahan selama 24 jam dalam suhu ruang. Jika dimasukkan ke dalam freezer, lunpia ini bisa bertahan hingga satu minggu.

3.  Dijamin Halal

Lunpia Cik Me Me telah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia. Sehingga, semua jenis bahan dan proses pembuatan sudah memenuhi kualifikasi produk Halal yang seperti yang disyaratkan

4. Tersedia di Bandara Internasional Ahmad Yani

Buat yang sibuk dan tidak sempat membeli lunpia Cik Me Me di Jalan Gajahmada, atau kadung terburu-buru karena khawatir ketinggalan pesawat, jangan khawatir. Gerai Lunpia Cik Me Me juga ada di bandara. Harganya? Sama saja dengan harga di gerai Cik Me Me Jalan Gajahmada.

5. Free Delivery

Lunpia Cik Me Me menyediakan fasilitas Free Delivery. Kemaceran kota Semarang kadang susah diprediksi. Dan bila pembeli tidak punya cukup waktu, pembeli bisa menggunakan layanan Free Delivery untuk pembelian minimal Rp 100.000,-

Selain menjual lunpia, gerai di JL Gajah Mada juga menyediakan aneka oleh-oleh khas Semarang yang bisa dibeli. Ada ratusan jenis oleh-oleh yang tersedia, mulai dari makanan keripik, kue, cemilan, hingga sambal juga tersedia. Layanan gerai dibuka mulai pukul 05.00 hingga pukul 22.00. Hari Minggu maupun libur hari besar, gerai tetap buka.

 

Lunpia Cik Me Me Semarang Gajah Mada.

Alamat: Jl Gajah Mada No 107 Semarang Jawa Tengah Indonesia.

Nomor Telepon: 024 351100, 3511007, HP 085 100 000 727.

Buka Jam 05.00 – 22.00, Hari Minggu dan Hari Libur tetap buka.

Website: https://lunpiacikmeme.com

Instagram: @lunpiacikmeme

Tags: